Senin, 05 Maret 2018

Cikuray 2821 mdpl jalur bayombong


Cikuray 2821 mdpl jalur bayombong



Ok disini saya akan bercerita tentang pendakian saya kali ini, kali ini saya memilih cikuray yang berada di kabupaten garut untuk memanjakan mata yang sehari hari beraktifitas..
Saya dan teman saya yang bersal dari pangandaran ini berjumlah 6 orang melakukan perjalanan dari pangandaran menuju garut menggunakan sepedah motor menyusuri jalur cikatomas salopa, kita memilih jalur itu karena cukup memotong jarak dan waktu dari pada lewat jalur banjar ...
Di jalan kita mendapatkan cuaca yang buruk , yaitu berupa hujan dan petir , tetapi untung saja kita selamat menuju garut dengan waktu yang ngarek karena berhenti menunggu hujan reda.
Di garut kita kebingungan untuk mencari jalur pendakian via pamancar, dan akhirnya saya menggunakan GPS untuk petunjuk arah karena teman saya yang sudah pernah melakukan pendakian sebelumnya lupa akan jalan mana yang harus di lewati agar menuju jalur pamancar, sudah sekian lama kita menyusuri jalan bayombong ke arah jalur papandayan, dan akhrinya di google maps menujukan arah belok ke arah kiri, kita menyusuri jalan kampung yang tau dulu kita ga tau namanya , ketika kita menanyakan lokasi jalur pamancar ternyanta jalurnya bukan ke sini melainkan harus puterbalik ke arah jalan salawu, dan itu jalan yang sangat jauh karena ujung ke ujung, tetapi bapak yang kita temui menyarankan untuk melakukan pendakian ke jalur bayombong, karena waktu udah sore dan kita udah terlanjur lelah akhirnya kita memutuskan untuk melewati jalur sana dan teman kita yang sebelumnya pernah ke gunung cikuraypun tidak tahu akan jalur bayombong ini, selidik punya selidik jalur bayombong adalah jalur baru yang baru di buka sekitar 1 setengah tahun yang lalu alias masih PERAWAN.
Awal mula kita takut untuk melawati  jalur ini karena masih perawan dan tidak ada seorangpun dari kita yang tau akan jalur ini, tapi yang membuat saya kagum dengan jalur ini adalah basecampnya, meski bascampnya adalah warung sederhana tetapi orang yang ada di basecampnya yang sangat baik dan melayani dengan sepenuh hati, kita di sana di beri rumah untuk tidur di rumah pa rw ya meski beralaskan karpet tapi cukup untuk merebakan badan yang seharian sudah cape karena perjalanan jauh dari pangandaran, di malam hari kita berbincang bincang dengan bapa ketua basecamp bayombong dan bapa rw disana kita diberi penyuluhan agar berhati hati di gunung karena jalur yang masih perawan, dan patut di acungi jempol karena ramahnya orang disana jadi betah nginep di rumah pa rw hehehe.
Ke esokan harinya kita bersiap siap melakukan pendakian ke cikuray, sekitar pukul 5 pagi kita sudah bersiap siap, untuk pendaftaran kita di pungut sebesar Rp: 15.000 / orang dan untuk penitipan motor Rp: 5.000 / motor, harga yang sangat mutah untuk gunung yang ada di garut dibandingkan gunug papandayan atau guntur ataupun jalur pamancar, dan pada pukul  6 kita melakukan pendakian ke cikuray, kita di antar oleh anak kecil yang baik hati untuk melewati jalur kebun bawang, entah karena apa dia mau mengantar kita sampe ke kebun bawang, karena kebaik hatiannya kita kasih upah karena mau penolong kami.
kebun bawang

Pendakian di mulai, kita berjalan dari basecamp menuju pos 1 lumayan jauh karena harus melewati kebun bawang yang indah karena kalo dari jauh akan mirip rumput hijau padahal dari dekat mah bau bawang hehe, kita membutuhkan waktu 2 jam setengah untuk sampe pos 1 dan itu jalan yang sangat licin karena malam sudah hujan,
view dari pos 1
di post 1 kita akan menemui pos pemantauan yang cukup enak , disana kita bisa meliahat pemandangan kota garut nan indah dan melihat view gunung papandayan dan juga gunung guntur, dan yang membuat indah adalah ilalangnya itu loh lumayan mirip lah sama yang ada di roroobong ( gunung semeru ), 
roroobong bayombong



setelah sekian lama beristirahat lalu kita melanjutkan perjalanan menyusuri hutan yang masih perawan dan kita cuman di tuntun mengikuti jalur air dan sesekali kita melihat kubangan bekas babi hutan (bagong), perjalanan tidak begitu mulus karena pasti saja ada rintangan yang di berikan oleh alam, apalagi disini kita melewati jalur yang masih perawan dan pada hari itu yang mendaki di jalur bayombong hanya grup kita yang berjumlah 6 orang.

Kami mendapat kendala, dari salah satu anggota kami ada yang mengalami sakit karena kecapean dan nampak pucat, padahal dulu dulu ke gunung yang sudah di pijaki bahkan ke atap jawabarat pun dia adalah orang yang cukup kuat dan bermotivasi tinggi tetapi di pendakian kali ini dia tumbang entah karena kecapean atau karena .... ah sudah lah.

Perjalanan menuju ke pos 2 hanya berkisar 1 jam dan ada mitos yang menyebutkan di daerah itu ada pohon yang bernama basari konon katanya disana pernah ada petani yang sedang mencari kayu bakar dan dia menebang pohon itu dan naasnya bah sari itu malah tertimpa pohon yang di tebangnya itu, salah satu keluarganya heran karena sudah sore bah sari tu tak kunjung muncul dari hutan dan akhirnya keluarganya mencari bah sari itu ke hutan dan di temukan lah bah sari yang sudah tertimpa pohon yang ditebangnya, ketika  ingin meminta pertolongan anehnya bahsari berjalan sendiri dan tak tahu menahu jasadnya sudah ada di desa bayombong dan meninggal di sana padahal dia pas di lihat oleh keluarganya sudah tertimpa pohon yang sangat besar, nah pohon tersebut di namailah BAHSARI dan sampai saat ini ada, pohonnya besar dan menghalangi jalur pendakian, katanya bila kita menaruh roko di batangnya maka roko itu akan habis terhisap entah oleh siapa.

Sesampainya di pos 3 disini lah mental dan fisik kita di uji, track yang sangat menantang,curam dan bahkan di pinggir jurang akan kita temui ketika mau ke pos 4 dan 5, teman teman kita sudah mulai kelelahan karena sudah hampir 5 jam kita tidak kunjung menemukan jalur sambungan dari pamancar bahkan saya pun ikut mengeluh dan putus asa karena medan yang sangat berat ini,  semak belukar yang masih tinggi se-pinggang dan jalur yang di penuhi pijakan babi hutan membuat mental kita sedikit ciut, tapi tekad kita yang kuat setelah hampir 7 jam berjalan akhirnya kita menemukan pendaki lain dan jalur penyambung dari pamancar, kita bertemu di pos 6 tapi dari jalur bayombong tidak ada pos 5nya jadi anggap aja pos 5 hehe,, dari sana tidak jauh lagi menuju puncak cikuray yang gagah, puji sukur kepada alloh masih diberikan kekuatan dan akhirnya sampai di pos terakhir setelah melakukan perjalanan selama 8 jam.

Kita mendirikan tenda tepat di bawah tebing puncak karena berantisipasi menghadapi terpaan angin yang kencang di malah hari, kita mulai berbenah dan memasak untuk mengisi perut yang dari pagi sudah mengkudeta cacing,  malam menghampiri dan kita membuat api unggun ber antisipasi jika ada babi hutan yang mampir karena kita banyak melihat jejak babi hutan tadi di jalur pendakian, dan benar saja ketika sekitar jam 12 san babi hutan pun mampir ke tenda kita memnta jatah makanan, dan pisang yang tadinya mau di goreng pagi-pagi akhirnya ludes di ambil babi hutan, tapi untungnya tenda kita selamat dari serudukan babi hutan, meski kita posisinya berada di bawah tebing puncak, tetep babi hutan ada dan berhati-hati bila ke gunung cikuray ini.

Untung saja pas pagi hari kita tidak melakukan sumit attack karena kita sudah ada di puncak, dan badan yang sudah ringsek luarbiasa, dan mahakuasa alloh telah menciptakan keindahan alam yang sangat indah ini memanjakan mata, meski kabut yang sesekali , tapi ini memang pengalaman yang sangat berharga buat saya.

Perjalanan pulang kita sama melewati jalur bayombong karena kita menyimpan motor disana, dan alhamdulillah kita samai basecamp lagi cepat kira kira 4 jaman.

Selesai sudah perjalanan pendakian di gunung cikurai via bayombong dan sampai jumpa lagi di perjalan berikutnya.

untuk lebih jelasnya lihat video di bawah ini